Category Archives: Teknik Dalam Basket

Cara Lay-Up

Lay-up adalah adalah cara melakukan shooting yang paling mudah dan seharusnya menjadi teknik shooting pertama yang harus dipelajari. Mungkin pada awalnya terlihat tidak mudah, karena banyak anak-anak yang kesulitan melakukan footwork dan shooting dengan benar. Harus dikuasai teknik lay-up dari kedua sisi lapangan dengan menggunakan tangan yang berbeda, dan juga reverse lay-up.

Footwork
Ketika dribble mengarah ke ring basket, bergeraklah sedikit salah satu sisi ring basket untuk menciptakan sudut yang baik. Jika berada pada sisi kanan, dribble menggunakan tangan kanan, dan jadikan kaki bagian dalam (kiri) sebagai tumpuan melompat, dan akhirnya lakukan shooting dengan menggunakan tangan kanan. Pada saat tangan kanan diangkat, lutut kaki kanan seharusnya juga diangkat. Anggaplah ada tali yang mengikat antara tangan kanan dan lutut kanan. Teknik yang berkebalikan digunakan jika melakukan lay-up dari sisi kiri.
1121

Ketika mendekati ring basket, ambil setengah langkah dengan kaki bagian luar, kemudian teruskan dengan langkah penuh dengan kaki bagian dalam dan bersiap menumpu. Pada saat melompat, lutut bagian luar seharusnya ditekuk. Arahkan lompatan langsung ke ring basket, dengan kepala terangkat dan mata berfokus pada backboard (papan). Jangan takut jika ada seorang pemain bertahan yang menghadang, lakukan saja lay-up dengan berani. Mungkin lawan akan terkena foul dan menjadi kesempatan mendapatkan tiga poin.

Sasaran
Selalu gunakan backboard ketika melakukan lay-up. Sasarannya adalah pojok atas dari kotak kecil pada backboard. Fokus pada area ini, jangan melihat bola, dan kepala harus tetap terangkat.
5

Release Push
Pemain muda yang masih kurang kuat melakukan release dengan teknik underhand dapat menggunakan teknik push. Shooting bola dengan bagian punggung tangan menghadap ke pemain. Tangan yang digunakan untuk shooting diulurkan ketika bola didorong ke ring basket menggunakan ujung jari. Pertama bola dipegang menggunakan kedua tangan, kemudian dilepas dengan tangan bagian luar, baik kiri maupun kanan. Pemain yang masih kanak-kanak yang masih kurang kuat boleh melakukannya dengan kedua tangannya.
3

Release Underhand
Pemain yang lebih kuat seharusnya melakukan release dengan teknik underhand. Teknik ini akan menghasilkan shooting yang lebih lembut, dan kontrol yang lebih baik ketika bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Lepaskan bola dengan telapak tangan menghadap ke atas dan lengan yang diulurkan. Biarkan bola menggelinding di telapan tangan kemudian di ujung jari, dan pantulkan bola dengan lembut pada backboard. Pertama bola dipegang dengan kedua tangan, tetapi kemudian bola dilepas menggunakan tangan bagian luar pada saat mencapai lompatan tertinggi.
4

Drill sederhana
Bariskan pemain di sisi kanan dekat dengan ring basket (untuk melakukan lay-up menggunakan tangan kanan). Masing-masing pemain akan mempunyai kesempatan melakukan lay-up. Bisa menggunakan lebih dari satu ring basket jika ada asisten yang membantu untuk memperhatikan teknik para pemain. Drill ini berfokus pada footwork yang benar. Pertama, pemain berdiri dengan memegang bola, menghadap ke sisi kanan dari backboard dengan kedua kaki sejajar. Kemudian ambil satu langkah dengan kaki bagian dalam (kiri), menumpu dan melompat, diteruskan dengan lay-up dengan tangan kanan. Ketika melompat, paha kanan diangkat dengan lutut yang ditekuk. Kemudian coba lakukan drill ini dengan diawali dengan berlari tanpa dribble, dan selanjutnya dengan dribble. Jangan lupa, lay-up dengan tangan kiri juga harus dilatih!

Prinsip & Penerapan Passing

Point penting yang harus dipahami seorang yang mengenal basket adalah bahwa passing adalah skill yang tercepat dan terbaik untuk mengubah arah serangan. Earvin “Magic” Johnson mengatakan bahwa passing adalah bagian terpenting dalam pertandingan sebelum mencetak skor, karena tanpa passing tidak ada assist.

Naluri awal seorang pemain saat memegang bola biasanya adalah melakukan dribble, padahal sesungguhnya pemain harus melihat posisi teman yang terbuka untuk menerima bola sebelum dribble. Ada beberapa elemen dasar dalam passing yang harus diajarkan agar persentasi turnover bisa ditekan. Elemen dasar tersebut adalah:

Kecepatan
Bola yang di-passing harus tajam, cepat, tidak terlalu keras, dan tidak terlalupelan.

Target
Setiap passing haruslah tepat/akurat pada target yang spesifik. Bukan hanya orang yang akan di-passing, tetapi sasaran/target tangan peminta bola

Timing
Bola harus sampai pada penerima disaat yang tepat, tidak sebelum atau sesudahnya.

Trik
Pemain yang melakukan passing harus berusaha menggunakan tipuan untuk mengetahui defender. Biasanya defender tertipu saat kita menggunakan tipuan mata.

Komunikasi
Komunikasi antar pemain sangat diperlukan untuk mengurangi resiko turnover (komunikasi mata, suara, sinyal, dll).
Pemain yang melakukan passing harus memperkirakan sedemikian sehingga saat rekan setim menerima bola, ia dapat langsung melakukan posisi triple threat. Ajarkan pemain untuk tidak ceroboh dan tidak melakukan spekulasi dalam passing.
Secara teknis, John Stockton mengatakan saat melakukan passing, sebaiknya passer harus tetap menempatkan paling tidak salah satu kaki di lantai dan penerima bola harus sedikit melompat sebelum menerima bola.

Pemilihan jenis passing
Cara tercepat dalam passing adalah air pass. Karena lintasannya lebih pendek dari lob dan bounce pass. Hal ini tidak mengindikasikan melulu passing berbentuk airpass, dalam beberapa situasi, pemain harus menggunakan jenis operan lain untuk menghindari intercept.
Lob Pass biasanya digunakan dalam situasi fast break dan saat defender melakukan fronting pada pemain yang menjadi sasaran passing.
Bounce pass biasanya digunakan dalam situasi (1) pemain pada posisi post position lebih kecil dari pada defender., (2) Pada saat pemain post position ada pada baseline side. (3) Pemain melakukan backdoor cut. (4) Pada saat keadaan darurat (misalnya terkena trap oleh dua pemain lawan).

Jenis-jenis Passing Basket

Ada beberapa jenis-jenis passing, dan penggunaannya haruslah tepat pada setiap situasi.

Chest Pass

Chest pass adalah jenis passing yang paling efektif apalagi pada saat pemain tidak dijaga. Urutan teknik chestpass dimulai dengan posisi triple threat dan ibu jari menghadap ke atas saat memegang bola, maksudnya agar saat didorong bola akan berputar ke belakang (back spin). Pada akhir gerakan, ibu jari harus menghadap ke bawah. Ingatkan pemain untuk melakukan pivot dalam pasing.

Bounce Pass

Passing ini direkomendasikan untuk digunakan pada sasaran yang melakukan backdoor cut dan pada saat pemain di-trap sehingga kesulitan mencari passing line. Gerakan yang dilakukan hampir sama dengan chest pass, hanya saja arah bola dipantulkan ke 2/3 dari jarak penerima bola. Passer perlu memperkirakan agar nantinya bola memantuk ke arah pinggul penerima.

Overhead Pass

Overhead Pass sangat efektif digunakan saat tim defender menggunakan zone defense, beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam melakukan overhead pass adalah: (1) pertahankan posisi siku paling tidak setinggi kepala. (2) Kekuatan dorongan overhead pass hanya terletak pada bagian siku, pergelangan tangan, dan jari-jari. Bahu hanya berfungsi sebagai penopang siku agar tetap setinggi kepala. (3) posisi awal ibu jari adalah menghadap ke belakang dan posisi akhir menghadap ke depan. (4) untuk mendapatkan tambahan tenaga dorongan, pemain dapat melakukan pivot.

Baseball Pass

Baseball pass biasanya digunakan untuk melakukan passing jarak jauh. Pada posisi awal pemain menempatkan bola di salah satu sisi kepala dan posisi kaki parallel stance. Lalu kaki pada sisi yang sama dengan tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, titik tumpu terletak pada kaki ini. Setelah itu, lempar bola seperti melakukan lemparan pada baseball. Ingatkan pemain agar tidak menekuk pergelangan tangan terlalu dalam kebelakang dan akhirnya passing dengan posisi jari-jari menghadap ke sasaran agar passing tetap akurat pada sasaran.

One-hand Push/Shoulder pass

Passing ini menggunakan satu tangan dan biasa digunakan karena persiapannya cepat. Maksudnya, dari posisi triple threat, pemain dapat langsung melakukan passing ini.

Kunci dari passing ini adalah ketepatan tekukan siku. Tekukan siku yang pas dapat menghasilkan kecepatan dan kekuatan dalam melakukan passing. Jika kita menggunakan tangan kanan untuk memegang bola, maka pemain hanya dapat melakukan passing pada sisi kanannya saja. Begitu pula sebaliknyak, Jangan lupa untuk menggunakan fake. Jika pemain akan melakukan air pass, sebaiknya arahkan bola pada samping teling defender karena biasanya akan sulit diantisipasi.

Hand off Pass

Hand off pass merupakan passing yang diberikan secara langsung kepada penerima tanpa melakukan pelemparan. Biasanya si passer melakukan blok terhadap defender nya maupun defender penerima, sehingga penerima bebas untuk melakukan scoring atau menarik defender lain agar membebaskan pemain yang lebih berpeluang melakukan skoring.

Hook Pass

Hook pass yakni passing dengan menggunakan satu lengan. didahului dengan lompatan dan biasanya mengarah 90 derajat dari arah lari passer. Keuntungan dirasakan saat defender memiliki jangkauan vertikal yang tinggi, selain itu, dapat mengubah arah serangan dengan cepat dalam keadaan berlari tanpa melakukan quick stop ke posisi triple threat.

Behind the back pass

Passing ini menggunakan satu tangan jauh dari penerima dan melewati belakang passer. Passing ini efektif dalam mengelabui lawan karena arah lari passer sendiri sudah merupakan fake.

Underhand Pass

Pass dengan melempar bola dari bawah. posisi tangan pelempar dibelakang dan melakukan dorongan kedepan sehingga bola meluncur kedepan. Pass ini dapat didahului fake shot agar defender melakukan posisi blok sehingga bagian bawah defender ada diluar jangkauannya.